Minggu, 18 Desember 2016

Kedatangan Ulama dari Afganistan di Masjid Agung Harakatul Jannah, Gadog, Bogor

Afganistan merupakan negara dengan 99% penduduknya memeluk agama islam dan juga menerapkan hukum syariah islam didlm sistem pemerintahannya. Sejarah kelam mereka yg terdengar selama ini adalah kisah seputar pasukan Taliban.
Minggu ini mereka mengirimkan 20 orang ulama besarnya dgn tujuan belajar dari Indonesia yg lebih luas wilayahnya, lebih beragam suku bangsa dan agamanya, tetapi tetap dapat hidup jauh lebih damai drpd mereka.
Disela2 pertemuan saya sempatkan juga bertanya ttg kiprah wanita dinegara tsb. Kebetulan salah 1 utusan adl seorang pejuang kesetaraan gender disana. Cukup ngeri mendengar ceritanya ttg masih banyaknya kekerasan dan ketidak adilan bagi kaum hawa disana, terutama di pedesaan. Peer berat utk mereka agar wanita diseluruh wilayah Afganistan diberikan hak untuk bekerja dan berkarya semudah wanita2 di Indonesia. 
Acara diakhiri dgn bertukar cinderamata. Kami memberikan peci hitam yang langsung dicoba pakai, dan terbukti membuat bapak2 jengotan tsb jadi makin gagah & ganteng... mereka pun semua tak sabar utk selfie. Dari mereka dipakaikan secara simbolis sorban khas Afganistan.





Maulid Nabi 1437 H di Masjid Agung Harakatul Jannah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan oleh M-Tihaj atau Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Harakatul Jannah pada taggal 17 Desember 2016. Acara dihadiri sekitar 500 jamaah ibu-ibu. Alhamdulillah, setiap tahunnya jamaah selalu bertambah.

Acara dimulai pada pukul 07.30 dengan shalawat nabi oleh tim marawis M-Tihaj yang dipimpin oleh Ibu Yayah. Selanjutnya pembukaan oleh ketua M-Tihaj yaitu Ustadzah Faridah Ahmad. Tausiah dibuka oleh Ketua MUI Bogor dan diisi oleh Ustad muda H.

Sedangkan pembawa acara adalah Ibu Nur Asiah Rofi. Pembacaan Al-Qur'an dan saritilawah oleh Ibu Sri Ningrum.

Berikut beberapa foto dan video nya.

https://youtu.be/kiWHhCgBqvI
https://youtu.be/q7fRReijwuE 
https://youtu.be/qs1M-f09f_0




















Sabtu, 10 Desember 2016

Tausiah Jumat 9 Desember 2016 di Masjid Agung Harakatul Jannah, Simpang Gadog, Bogor

Pembicara: Ust. Abdul Halim
Tema: Ciri-ciri orang beriman

Ciri-ciri orang berimn terdapat di dalam surat Al-Anfal ayat 2-3.

1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang yang apabila disebut nama Allah maka hatinya akan bergetar.
Dalam acara 212, bayangkanlah jutaan orang bersamaan membacakan takbir, maka jutaan hati yang bergetar bersamaan. Dipimpin oleh Habib Rizieq dengan penuh semangat. Bukan dibyar, tetapi karena panggilan hati.

2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, maka imannya akan bertambah.

3. Ketika mendapatkan ujian, setelah berusaha mengatasinya, maka dia berserah diri.
Hati adalah penentu.
Misal, seorang perampok, akalnya berfikir cara membobol rumah. Tapi kalau hatinya bicara, pasti hal tersebut bertentangan dengan akalnya. Dan perampok juga tidak mau masuk neraka.

4. Mendirikan sholat
Sesungguhnya mendirikan sholat itu menjauhkan perbuatan keji dan mungkar.
Bedakan "mengerjakan" dengan "mendirikan".
Mengerjakan = sebatas kewajiban, setelah selesai sholat akan berbuat dosa lagi.
Mendirikan = mendekatkan ke ajaran Allah dan menjauhkan semua perbuatan munkar.
Sholat Jum'at, banyak yang hadir, penuh sampai luber, tapi setelah itu kembali ke aktifitas masing-masing.

5. Orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Ada uang 50 ribu dan 100 ribu. Ada orang minta-minta, kita kasih yang 100rb. Yang sering terjadi adalah kita menyangka pengemisnya yang senang, padahal jika kita tahu ilmunya, kita yang harusnya senang.. Karena sedekah kita dilihat oleh Allah. Jangankan 100rb, sedekah 1 M pun akan dikembalikan oleh Allah.
Jagalah anak-anak terlantar dan orang jompo, maka pahalanya 7-x lipat.
Jangan bersedekah disaat senang saja, bersedekahlah di saat susah dan senang.
Harta didunia, sebesar apapun, hanya titipan. Jangan bangga.

Sabtu, 03 Desember 2016

Tausiah Jumat Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Masjid Harakatul Jannah

Pembicara: Bp. H. Agus Mulyana
Tgl: 2 Desember 2016

1. Nikmat yang kita rasakan hari ini adalah nikmat hidayah. Nikmat nafas, nikmat rasa.
Misal ada orng kya, tpi sudh ngga boleh makan sambel, ikan asin dll. Kekayaannya tidak berpengaruh kan? Makanya apapun yang kita punya saat ini, kita harus sukuri dan nikmati.
Misal kita masih mengontrak, sukur alhamdulillh, karena masih ada orang yang hidup di jalan.

2. Doakan orang terdekat/kerabat kita yang saat ini sedang ikut ke Jakarta untuk berjihad 212.

3. Info Group Whatsapp untuk khataman sudah ada 4 grup. Jadi setiap minggu masjid kita telah mengkhatamkan Qur'an sebanyak 4 kali.
Gunakanlah HP untuk kebaikan. Jangan broadcast sesuatu yang belum tentu benar. Jika ada artikel tentang agama, tanyakanlah lagi kepada Kyai/Ustad/ yang mengerti agama. Kalau kita belajar tanpa guru, maka berrti gurunya adalah syaiton.
Memberikan kebaikan saja sudah bisa menghantarkan kita masuk surga.
Syahwat marah dijaga, jangan diumbar.
Hidayah akal lebih tinggi lagi dari hidayah hati. Untuk menjalankan kehidupan ini menjadi fidunya hasanah wafil ahiroti hasanah.
Di rumah ada sekolah setiap hari, ada ujiannya, yaitu sekolah kesabaran. Karena setiap hari istri marahmarah.

Jumat, 18 November 2016

Tausiah Jumat 18 November 2016 di Masjid Agung Harakatul Jannah - Gadog

Pembicara : Bp. H. Agus Mulyana

Kita sudah datang dan duduk di dalam majlis ta'lim. Majlis dimana dengan berniat datang/masuk saja, maka seluruh dosa-dosa kita sudah terhapus. Semua akan dicatat oleh malaikat pencatat amal pada hari ini. Dan semua juga akan menjadi saksi pada hari ini. Tidak hanya malaikat dan Allah saja, tetapi juga gedung, pilar masjid, tanah yang kita injak di jalan dll. Saksi bahwa pada hari ini kita telah melakukan ibadah masuk ke majlis ini.

Hidup ini ada ujungnya, kapanpun kita harus siap. Setiap hari dan setiap saat kita harus ingat.

Siapakah orang yang paling cerdas di dunia ini? Menurut Nabi SAW, orang yang paling cerdas di dunia ini adalah orang yang selalu ingat akan kematiannya.
Didalam kubur nanti akan ada pertanyaan yang sering kita dikisahkan dari semasa kita kecil waktu sekolah, yaitu: Man Robbuka, Waman Nabiyuka dst.
Semuanya ditanyakan dalam bahasa arab. Tetapi untuk bisa menjawabnya kita tidak harus menghafal bahasa Arab. Karena semua jawaban pertanyaan2 itu ada didalam sholat. Jika kita selalu melaksanakan sholat wajib, maka otomatis kita akan mudah menjawabnya nanti di alam kubur.
Karena itu kapan-kapan kita harus mengadakan agenda sholat bersama agar bersama-sama bisa saling belajar dan mengetahui gerakan dan bacaan sholat yang sempurna.

Pertanyaan Man Robbuka, siapakah Tuhanmu. Bisa dijawab karena kita selalu menyebut Allahu Akbar setiap sholat. Dalam 1 hari minimal kita menyebut takbir sebanyak +/- 58 kali jika kita lengkap sholat 5 waktu.

Pertanyaan siapa Nabimu, terjawab dalam kalimat syahadat yang kita baca dalam setiap duduk tasyahud. "Ashaduala ilaha ilallah, waashadu anna muhammadarasulullah". Tetapi mengucapkannya harus penuh cinta. Ketika nama Nabi SAW disebutkan, harus ada getaran. Jika belum ada getaran, maka sering2lah bersyahadat. Minimal "Allahuma sholi ala sayyidina Muhammad".

Pertanyaan apakah kitabmu? mudah terjawab karena kita selalu membaca Al-Fathihah di setiap rokaat sholat, yang merupakan surat pertama Al-Qur'an.

Pertanyaan kemanakah kiblatmu, terjawab karena setiap sholat kita membaca niat "Mustakbilal kiblati..."

Pertanyaan siapakah temanmu? jawabannya adalah teman-teman di majlis ta'lim ini, teman-teman pengajian, dll.
Karenanya ajarkanlah anak-anak kita sedari kecil untuk selalu bergaul dengan orang baik.

Bagaimana melihat orang itu baik atau tidak? Lihatlah bagaimana dia memperlakukan orang lain, misal orang yang minta-minta, orang yang kesusahan dll.
Jadi jangan menilai orang dari hartanya atau banyaknya ibadahnya terlihat ya.

Berkata yang baik adalah lebih baik daripada memberi benda tapi menyakiti hati orang lain. Karena itu basahilah lisan kita senantiasa dengan perkataan yang baik, salah satunya adalah zikir.





Kamis, 17 November 2016

Akta Wasilah

Berikut Akta Notaris milik PT. Wasilah Agung Prakarsa
dan
Lembar Pengesahan dari Kementian Hukum dan HAM RI
untuk PT. Wasilah Agung Perkasa
 























Senin, 14 November 2016

Supermoon November 2016

Supermoon di malam 14 Novmber 2016. Sangat indah...
Ngga lihat sih, karena anak-anak sudah keburu tidur. Maklum siang pada ngga tidur. Akhirnya kuhabiskan waktu dengan menulis saja tentang anak-anakku.
Anak-anak yang beautiful. Karunia terbesar dai Tuhan untukku dan suamiku. Anak-anak yang alhamdulilah sehat dan cerdas. Mungkin dan pasti ada kekurangannya, tetapi itulah, anak adalah calon manusia yang selalu ada kekurangan dan kelebihannya. Tugas kitalah melihat sisi positif mereka dan meminimalisir sisi negatif mereka. Kita belajar untuk itu, dan kita harus mengajarkan mereka aagar juga bisa seperti itu. Menonjolkan sisi positif dan meminimalisir sisi negatif.

Perhatian kami rupanya memang sama, pada si sulung yang cantik. Sebagai anak perempuan, dia agak kurang bisa beradaptasi dengan sifat manusia di sekelilingnya. Dia merasa orang lainlah yang harus mengerti dia. Tetapi, sisi positif dia adalah dia super mandiri sedari kecil. Tidak pernah bergantung kepada orang lain, memiliki keputusan sendiri untuk dirinya sendiri. Selain itu dia senang belajar sendiri, terutama menggambar, bahasa inggris dan matematika. Sehingga pada saat mulai sekolah kami tidak perlu repot memikirkan cara belajar untuk dia, karena dia sendii sudah dengan sendirinya rajin dan bisa mengatur pola belajar dia sendiri.
Agak matre, eh ngga ding, matre banget hihihi...
Bapaknya suka komplain ttg hal ini, tetapi aku bilang, biarin ajalah, rn wanita memang harus memelihara kematreannya supaya bisa hidup enak dan senang hehehe...

Untuk si bungsu yang kasep, tidak besar kekuatiran kami tentang sifat-sifatnya. Dia supel, humoris dan ngga banyak macam-macam. Kekurangannya hanyalah manja...

Teringat kembali tentang kasus yang muncul kemarin, ada anak yang terkena bom yang diledakkan di depan gereja di Samarinda. Kasus-kasus belakangan ini yang mengatasnamakan agama... bah!!!
Memuakkan :-(
Meskipun pada dasarnya saya tidak terlalu percaya bahwa yang mengebom memang orang Islam (ini akibat terlalu banyak mbaca novel konspirasi sidney sheldon), tetapi tidak berempati sama sekali terhadap korban adalh hal yang sangat tidak manusiawi dan menjijikkan.
Semoga saya dijauhi sari sifat2 bukan manusia itu, dan semoga anak-anakku selalu dilindungi oleh Yang Maha Memiliki.
Amin

Minggu, 06 November 2016

Surat dari M-Tihaj kepada Ketua DKM Harakatul Jannah

Kepada Yth.
Dr. H. Syahrul Effendi, SH., MM.
Di Tempat

Bogor, 11 November 2016

Assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

Salam dan sejahtera kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan semoga segala rahmat dan berkat Allah SWT diberikan kepada kita umatnya.

Bersama ini kami selaku pengurus Majlis Ta’lim Ibu-Ibu Harakatul Jannah (M-Tihaj)bermaksud untuk bersilaturrahmi kepada Bapak sekaligus juga membahas tentang program-program kami. Program tersebut adalah program yang telah dilaksanakan oleh M-Tihaj selama ini dan juga untuk program ke depannya.

Dengan demikian kami mohon diinfokan kesediaan waktu Bapak kapan saja agar bisa terlaksana silaturahmi ini.

Akhir kata mohon maaf jika ada kata yang salah. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamu alaikum warrohmatullahi wabaraokatuh.


Ketua Umum M-Tihaj                                                                                           Ketua Harian M-Tihaj



(Sri Widaryatmi)                                                                                                  (Usth. Faridah Ahmad)

Jumat, 04 November 2016

Tausiah Jumat 4 November 2016 di Masjid Agung Harakatul Jannah

Pembicara : Ustadzah Farida Ahmad

Kita sebagai mahluk Allah, diperintahkan untuk
1. Beribadah
2. Berbuat baik kepada orang tua
3. Jihad Fi sabilillah

Kita sekali-kali jangan pernah sampai menduakan Allah.

Kalau dulu masih single kita belum mengerti kasih sayang orang tua. Ibu kita anggap orang yang paling bawel, karena semuanya dilarang oleh ibu. Tetapi ternyata setelah menikah kita baru tahu bahwa semuanya itu semata-mata karena kasih sayangnya.

Betapa kita beruntung bahwa kita dilahirkan dalam lingkungan yang islami. Bayangkan bayi yang dibuang ke tempat sampah atau got oleh orang tuanya, sangat sedih dan kasihan sekali.
Semua orang tuapasti sayang kepada anaknya, tetapi belum tentu anak itu sayang kepada orang tuanya.
Karena itu sayang dan berbuat baik kepada orang tua adalah termasuk ibadah yang diperintahkan Allah. Ayatnya disandingkan dengan ibadah kepada Allah sendiri. Karena ridho orang tua semata-mata adalah ridhonya orang tua.

Tidak ada perintah "berbuat baiklah kepada anak". Karena berbuat baik kepada anak adalah fitrah mahluk/manusia. Sedangkan berbuat baik kepada orang tua jelas tertulis perintahnya.

Tugas orang tua adalah menunjukkan dan mengajarkan jalan yang baik dan benar kepada anak-anaknya. Mengajarkan adalah kewajiban, jika tidak dijalankan maka yang salah adalah orang tuanya.

Ada cerita dimana:
1. orang tua masuk surga, anak masuk neraka. Karena anak tidak pernah diajarkan agama. Maka orang tua akan ikut masuk neraka karena mereka bertanggung jawab thd pendidikan anaknya, karena anak adalah amanah dari Tuhan.
2. Orang tua masuk surga, anak masuk neraka. Tetapi hal ini karena memang si anak tidak pernah mendengarkan nasihat orang tua. Maka merugilah si anak tersebut didunia dan akhirat. Karena anak yang durhaka akan susah hidupnya di dunia dan akhirat.
3. Orang tua masuk neraka, anak masuk surga. Si anak akan mengajak orang tuanya ke surga juga karena dia merasa bahwa karena orang tuanyalah dia bisa mengaji dan kenal agama sehingga masuk surga. Dengan demikian maka kedua orang tua yang seharusnya di neraka tersebut akan ditarik oleh Allah jadi masuk surga juga.

Apakah amal perbuatan yang paling dicintai Allah? Adalah sholat tepat waktu.
Artinya sholat di awal waktu.

Kita juga harus banyak meminta maaf kepada anak kita, karena ditakutkan di akhirat nanti anak akan menuntut tanggung jawab kita. Saat kita marah kepada mereka atau kurang waktu untuk mereka. Karena sesungguhnya anak adalah cerminan dari orang tua.
Kalau kita baik dan tulus, mereka juga akan mempunyai sifat seperti itu. Begitu juga jika anak terlihat nakal dan mengesalkan, mungkin kitanya juga seperti itu.

Jika kita sedang berbuat baik misal memberi kepada orang tua atau bersedekah kepada pengemis dan fakir miskin, ajaklah anak ikut, supaya mereka mengerti semua tentang perbuatan baik.

Jihad fi sabilillah.
Pergi ke majlis ta'lim juga merupakan jihad fi sabilillah untuk ibu-ibu, karena untuk datang ke masjid ada perjuangan dan perngorbanan yang harus kita lakukan.

Jangan pernah berhenti berdoa untuk anak kita,seburuk2nya pun mereka.