Pada tanggal 12 April 2017 saya bersama rombongan BKMT Megamendung dan teman-teman dari Majlis Ta'lim Harakatul Jannah menghadiri peringtan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Acara dimeriahkan oleh kehadiran Ustadzah kondag Mama Dedeh.
Beliau membawakan tausiah dengan tema Ayat An-Nahl yang artinya Lebah.
Lebah adalah hewan yang sangat banyak manfaatnya untuk manusia, karena itu Allah SWT mencantumkannya di dalam kitab suci Al-Qur'an.
Berikut beberapa kelebihan lebah:
1. Bisa menghasilkan obat
2. Semua yang dihasilkannya bisa dimanfaatkan
3. Selalu bergotong royong
4. Disiplin dan teratur
5. Pekerja keras dan tidak saling sikut
6. Tidak pernah merusak pohon tempat dia menumpang hidup (cinta lingkungan)
7. Membalas hanya jika diserang
8. Tidak wangi (artinya tidak menyombongkan diri walaupun banyak manfaatnya)
Jika kita manusia bisa mengikuti jalan hidup seperti lebah, alangkah baiknya. Manusia tidak bisa hidup sendirian. Karena itu tidak boleh ada secuilpun kesombongan didalam hati kita. Sejatinya, pakaian yang kita pakai sekarang ini saja adalah dihasilkan oleh banyak tangan. Dari mulai rambut kita, dirawat oleh sampo yang dibuat di pabrik yang memperkerjakan ribuan orang. Baju yang kita pakai dari mulai bahan mentah menjadi pakaian yang bagus dibuat oleh beberapa bagian pekerjaan. Hingga sepatu yang kita injak, juga dibuat oleh berbagai tim.
Tetapi seringnya manusia itu sombong. Padahal orang yang sombong di dunia ini semata-mata adalah karena kerasukan setan. Setan sejatinya adalah musuh yang sangat nyata, karena mempunyai sifat sombong.
Seorang guru tidak boleh menggurukan diri sendiri. Seorang ustazah tidak boleh mengustazahkan diri sendiri. Seorang haji pun tidak boleh menyebutkan diri sendirinya haji, kecuali jika memang dipanggil oleh orang lain sebagai guru, ustazah, haji, dst, itu ngga papa. Tetapi menyebut dirinya sendiri sbg guru, ustazah, bahkan haji, itulah kesombongan.
Berjual beli boleh, tetapi melipatgandakan keuntungan haram hukumnya. Misal seorang guru ngaji memfotokopi kertas bacaan untuk jamaahnya dengan modal 200rupiah, maka haram baginya untuk menjualnya hingga 1000 rupiah atau lebih.
Atau seorang pembeli yang sedang membeli duku sekilo, dia mencicipi tester banyak sekali, maka haramlah duku tester yang masuk ke mulutnya, alisa mencuri dari si pedagang.
Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bertema bebas. Berikut beberapa pertanyaan yang tercatat.
Tanya: Jika ada seorang murid yang sombong dan tidak mau menyapa bekas gurunya, apa yang harus dilakukan?
Jawab: Biarkan saja. Seorang guru harus ikhlas dalam mengajar. Ilmu yang telah disampaikan apabila bermanfaat bagi muridnya maka dia tetap mendapat pahala. Dan apabila muridnya pindah ke guru lain, biarkan saja, itu tandanya si murid mau belajar lebih jauh dan lebih banyak kepada bermacam2 guru. Masalah dia tidak mau menyapa, biarkan saja. Tidak akan rugi sang guru jika tidak disapa, ilmunya yang pernah diberikan kepada mantan muridnya tidak akan mengurangi ilmu si guru.
Tanya: Mana yang lebih penting, akikah atau qurban?
Jawab: Akikah. Karena akikah hikmahnya adalah rasa syukur atas kelahiran anak, ikut mengajak berbahagia para fakir miskin dan orang2 yang berhak menerima daging akikahnya. Akikah minimal ditunaikan setelah 7 hari kelahiran anak, dibarengi dengan pencukuran rambut, pemberian nama dll.
Sedangkan qurban diwajibkan setelah seseorang mampu. Misalnya setelah dia berkeluarga dan hidup mapan, maka dia wajib berqurban. Akan tetapi aturan pemberian daging akikah dan qurban adalah sama, yaitu 1/3 untuk kita sendiri dan 2/3 untuk yang berhak antara lain fakir miskin, anak yatim, musafir dst.
Tanya: Apakah akikah wajib dilaksanakan untuk bayi yang gugur dalam kandungan?
Jawab: Tidak. Akikah wajib dilaksanakan setelah bayi 7 hari. Apabila sebelum itu bayi tidak hidup atau meninggal maka gugurlah kewajbannya.
Tanya: Apa surat yang bisa dibacakan untuk laki-laki yang merasa harus menolak banyak wanita yang menyukainya?
Jawab: Tundukkanlah pandanganmu dan jagalah kemaluanmu. Jangan sombong, karena beberapa tahun ke depan ketampananmu tidak berarti lagi.
Tanya: Apakah seorang suami harus meminta izin kepada istrinya jika hendak menikah lagi?
Jawab: Didalam Islam, tidak mewajibkannya, karena itu boleh seorang suami menikah lagi tanpa izin/restu dari sang istri, Tetapi didalam hukum negara Indonesia, ada peraturan yang mewajibkan suami harus mendapatkan izin. Sehingga jika tidak ada izin secara tertulis dari istri pertama, maka perkawinan tersebut tidak sah secara hukum.
Tanya: Siapakah yang paling berhak menerima sedekah dari kita?
Jawab: Orang terdekat kita. Misalnya Ibu bekerja yang penghasilannya lebih banyak daripada suaminya, maka sedekah terbaik dia adalah kepada suami dan anak-anaknya, kerabat dan orang tuanya, baru kemudia kepada yatim, fakir dst.
Selain itu ada catatan, tepatnya teguran keras dari Mama Dedeh kepada panitia pelaksana acara ini. Dimana tenda yang disediakan untuk penonton sangat kecil kapasitasnya, sehingga penonton banyak yang berdiri dan kepanasan diluar tenda.
Demikian sedikit catatan kami dari acara ini. Semoga bermanfaat.
Berdiri didepan dunia maya, sama halnya dengan berdiri didepan lautan luas atau di depan gunung tinggi, aku merasa kecil sekali dan tidak berarti apa-apa
Tampilkan postingan dengan label Hamba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamba. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 April 2017
Minggu, 19 Maret 2017
Bukan Penulis
Baru mau nulis malem2 karena ngga bisa tidur, eehhh mati lampu
Emang dasar belum direstui untuk jadi penulis kali ya...
Selama ini nyamannya jadi teman ngobrol orang lain aja, harus banyak mendengar dan juga harus banyak membaca. Jika semua fikiran dituang ke dalam tulisan, malah jadi aneh. Kayak bukan saya...
Padahal sering banget kagum sama tulisan-tulisan yang smart. Membayangkan seandainya bisa menumpahkan fikiran dan rasa seperti mereka: mengalir, enak dibaca, membuat pembacanya terhanyut dan mudah dimengerti.
Mungkinkah saya bisa??
Ada perubahan buku bacaan yang saya beli saat ini. Kalau dulu saya kebanyakan hanya mau membeli buku novel fiksi saja, saat ini saya mau saja membeli buku-buku non fiksi. Seperti bukunya Kang Hasan - Miskin Pikiran & Emakku bukan Kartini, Iqbal Aji Daryono - Out of The Box Truck, Dina Sulaeman yang bercerita tentang kondisi di Aleppo, Denny Siregar - Semua Melawan Ahok dll. Tentu saja kebanyakan ini akibat 'follow' mereka di medsos. Tulisan-tulisan mereka tentang situasi dan keadaan Indonesia saat ini, dari sisi pandang mereka.
Ada yang lucu, ada yang serius, ada yang bikin trenyuh & terharu dll. Itu semua membutuhkan kepiawaian berfikir dan menulis. Hebatnya...
Tambah membaca tulisan-tulisan mereka tambah ilmu, tambah wawasan, tambah kagum. Betapa manusia sangat kecil dibandingkan dunia, betapa Tuhan menciptakan berbagai perbedaan untuk dipelajari. Betapa kita tak ada artinya jika hanya bisa memandang diri sendiri saja tanpa memandang dari sisi sebelah sono.
Emang dasar belum direstui untuk jadi penulis kali ya...
Selama ini nyamannya jadi teman ngobrol orang lain aja, harus banyak mendengar dan juga harus banyak membaca. Jika semua fikiran dituang ke dalam tulisan, malah jadi aneh. Kayak bukan saya...
Padahal sering banget kagum sama tulisan-tulisan yang smart. Membayangkan seandainya bisa menumpahkan fikiran dan rasa seperti mereka: mengalir, enak dibaca, membuat pembacanya terhanyut dan mudah dimengerti.
Mungkinkah saya bisa??
Ada perubahan buku bacaan yang saya beli saat ini. Kalau dulu saya kebanyakan hanya mau membeli buku novel fiksi saja, saat ini saya mau saja membeli buku-buku non fiksi. Seperti bukunya Kang Hasan - Miskin Pikiran & Emakku bukan Kartini, Iqbal Aji Daryono - Out of The Box Truck, Dina Sulaeman yang bercerita tentang kondisi di Aleppo, Denny Siregar - Semua Melawan Ahok dll. Tentu saja kebanyakan ini akibat 'follow' mereka di medsos. Tulisan-tulisan mereka tentang situasi dan keadaan Indonesia saat ini, dari sisi pandang mereka.
Ada yang lucu, ada yang serius, ada yang bikin trenyuh & terharu dll. Itu semua membutuhkan kepiawaian berfikir dan menulis. Hebatnya...
Tambah membaca tulisan-tulisan mereka tambah ilmu, tambah wawasan, tambah kagum. Betapa manusia sangat kecil dibandingkan dunia, betapa Tuhan menciptakan berbagai perbedaan untuk dipelajari. Betapa kita tak ada artinya jika hanya bisa memandang diri sendiri saja tanpa memandang dari sisi sebelah sono.
Jumat, 03 Februari 2017
Senjataku di Dunia ini adalah Doa
Kata-kata bisa sangat menyakitkan. Lidah bisa setajam pisau. Menyayat dan mengiris hati.
Pembeli-Pedagang
Kakak-Adik
Teman-Temin
Orangtua-Anak
Group2 whatsapp banyak didiami oleh orang2 yang silent reader, karena ada salah satu kalimat pembicara aktif yang pernah menyakiti hatinya.
Teman mengunfollow karena tulisan2nya dirasa sangat menyentuh sisi gelap kemarahannya.
Aih, semoga saya dapat bersabar di dunia ini.
Dunia adalah cobaan. Dunia adalah tempat belajar.
Aku belajar untuk selalu menjadikan kata-kataku adalah doa
Aku mau kata2ku bermanfaat.
Aku mau perlahan keluar dari group yang memancing kekesalanku
Aku masih mengunfollow beberapa teman yang selalu posting kata2 & artikel yang bodoh & memprovokasi
Ya Allah, jadikanlah ucapanku sebaik doa2 nabi yang selalu memuja Mu...
Jadikanlah kata-kataku melembut dan menjadi wasilah untuk membahagiakan orang lain dan ladang pahala untukku.
Aku saat ini tidak minta yang lain dulu, aku minta kepadaMu untuk menjadikanku manusia yang baik hatinya & baik tutur katanya, sehingga bahkan dari tulisanku saja orang bisa mengetahui kebaikan itu.
Sehingga tanpa nada tinggi dan marah dari ku-pun orang sudah tau bahwa yang dia lakukan tidak sesuai dengan kebaikan dibumi ini.
Amin, ya robbil alamin.
Pembeli-Pedagang
Kakak-Adik
Teman-Temin
Orangtua-Anak
Group2 whatsapp banyak didiami oleh orang2 yang silent reader, karena ada salah satu kalimat pembicara aktif yang pernah menyakiti hatinya.
Teman mengunfollow karena tulisan2nya dirasa sangat menyentuh sisi gelap kemarahannya.
Aih, semoga saya dapat bersabar di dunia ini.
Dunia adalah cobaan. Dunia adalah tempat belajar.
Aku belajar untuk selalu menjadikan kata-kataku adalah doa
Aku mau kata2ku bermanfaat.
Aku mau perlahan keluar dari group yang memancing kekesalanku
Aku masih mengunfollow beberapa teman yang selalu posting kata2 & artikel yang bodoh & memprovokasi
Ya Allah, jadikanlah ucapanku sebaik doa2 nabi yang selalu memuja Mu...
Jadikanlah kata-kataku melembut dan menjadi wasilah untuk membahagiakan orang lain dan ladang pahala untukku.
Aku saat ini tidak minta yang lain dulu, aku minta kepadaMu untuk menjadikanku manusia yang baik hatinya & baik tutur katanya, sehingga bahkan dari tulisanku saja orang bisa mengetahui kebaikan itu.
Sehingga tanpa nada tinggi dan marah dari ku-pun orang sudah tau bahwa yang dia lakukan tidak sesuai dengan kebaikan dibumi ini.
Amin, ya robbil alamin.
Minggu, 18 Desember 2016
Aksi 121212
Malam ini mengadakan aksi 121212. yaitu ulang tahun saya yang jatuh pada tanggal 12 Desember, dan dirayakan hanya berdua pada pukul 12 malam di cafe See Look Red, Tajur, Bogor.
Tahun ini genap usia 40 tahun, dan suami menanyakan apa harapan saya, di usia yang sudah sangat matang dan stabil ini. Berhubung memang ada suatu kejadian yang sangat tidak enak dibicarakan, maka harapan saya adalah agar masalah tersebut tidak timbul lagi dan tidak selalu menjadi perdebatan diantara kita. Selain itu harapan saya adalah supaya kesadarannya untuk lebih banyak meluangkan waktu untuk anak-anak, terutama untuk kaka Rainy dapat terwujud. Juga keinginan agar waktu untuk jalan berdua bisa lebih berkualitas.
Happy birthday to me. Esok subuhnya dirayakan oleh para pejuang pembela Islam dengan aksinya "Sholat Subuh berjamaah di Masjid masing-masing" hehehe...
Harapan saya sendiri untuk diri saya adalah supaya bisa lebih bijaksana dalam menghadapi semua masalah dan kerumitan hidup, tetap menjadi sosok yang smart dan bisa menjadi teladan bagi orng-orang di sekitar saya. Aminnn.....
40, please be nice to me...!!!
Tahun ini genap usia 40 tahun, dan suami menanyakan apa harapan saya, di usia yang sudah sangat matang dan stabil ini. Berhubung memang ada suatu kejadian yang sangat tidak enak dibicarakan, maka harapan saya adalah agar masalah tersebut tidak timbul lagi dan tidak selalu menjadi perdebatan diantara kita. Selain itu harapan saya adalah supaya kesadarannya untuk lebih banyak meluangkan waktu untuk anak-anak, terutama untuk kaka Rainy dapat terwujud. Juga keinginan agar waktu untuk jalan berdua bisa lebih berkualitas.
Happy birthday to me. Esok subuhnya dirayakan oleh para pejuang pembela Islam dengan aksinya "Sholat Subuh berjamaah di Masjid masing-masing" hehehe...
Harapan saya sendiri untuk diri saya adalah supaya bisa lebih bijaksana dalam menghadapi semua masalah dan kerumitan hidup, tetap menjadi sosok yang smart dan bisa menjadi teladan bagi orng-orang di sekitar saya. Aminnn.....
40, please be nice to me...!!!
Sabtu, 24 September 2016
Cita-Cita
Apakah cita-cita itu?
Apakah sama dengan harapan?
Apakah sama dengan impian?
Apakah sama dengan keinginan?
Cita-citaku sangat mulia dan kugantungkan setinggi langit. Meski kadang aku sendiri bisa memastikan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Tapi aku tetap menganggapnya itu cita-citaku. Tertanam di dalam hati dan selalu terngiang di kepalaku setiap saat, dari aku kecil sampai setua ini.
Cita-citaku banyak. Salah satunya membuat situs yang isinya bisa bermafaat untuk orang yang membacanya tanpa mengambil sedikitpun keuntungan darinya. Misalnya website petunjuk perjalanan (wisata) yang sangat jelas, bahkan untuk perjalanan ibadah, misal ke tanah suci, tanpa biro jasa. Aku yakin aku bisa.
Harapanku sederhana. Bisa membuat bahagia semua orang disekitarku. Aku selalu berharap jadi orang yang berguna dan bermanfaat sampai sekecil-kecilnya untuk orang lain. Tak ada keinginanku untuk menabung banyak-banyak jika benda tersebut masih bisa dipakai oleh orang lain.
Impianku adalah berbahagia dengan orang yang selalu dapat membahagiakanku. Impianku adalah dicintai oleh orang yang kucintai. Tapi hidup memang tidak bisa selalu 'take and give'.
Keinginanku adalah ... Berubah setiap saat, tergantung lagi ingin apa hehehehe
Aku ingin tidak sama sekali melukai perasaan temanku. Aku ingin tidak membuat sedih anakku. Aku sangat ingin berbagi semua kepada orang yang kurang dari aku. Aku ingin tidak menyusahkan suami dan orang tuaku. Aku ingin memberi lebih kepada atasan dan teman sekerjaku.
Tuhan, maafkan aku karena terlalu banyak meminta. Jadikanlah aku pribadi yang selalu bersyukur. Amin
Apakah sama dengan harapan?
Apakah sama dengan impian?
Apakah sama dengan keinginan?
Cita-citaku sangat mulia dan kugantungkan setinggi langit. Meski kadang aku sendiri bisa memastikan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Tapi aku tetap menganggapnya itu cita-citaku. Tertanam di dalam hati dan selalu terngiang di kepalaku setiap saat, dari aku kecil sampai setua ini.
Cita-citaku banyak. Salah satunya membuat situs yang isinya bisa bermafaat untuk orang yang membacanya tanpa mengambil sedikitpun keuntungan darinya. Misalnya website petunjuk perjalanan (wisata) yang sangat jelas, bahkan untuk perjalanan ibadah, misal ke tanah suci, tanpa biro jasa. Aku yakin aku bisa.
Harapanku sederhana. Bisa membuat bahagia semua orang disekitarku. Aku selalu berharap jadi orang yang berguna dan bermanfaat sampai sekecil-kecilnya untuk orang lain. Tak ada keinginanku untuk menabung banyak-banyak jika benda tersebut masih bisa dipakai oleh orang lain.
Impianku adalah berbahagia dengan orang yang selalu dapat membahagiakanku. Impianku adalah dicintai oleh orang yang kucintai. Tapi hidup memang tidak bisa selalu 'take and give'.
Keinginanku adalah ... Berubah setiap saat, tergantung lagi ingin apa hehehehe
Aku ingin tidak sama sekali melukai perasaan temanku. Aku ingin tidak membuat sedih anakku. Aku sangat ingin berbagi semua kepada orang yang kurang dari aku. Aku ingin tidak menyusahkan suami dan orang tuaku. Aku ingin memberi lebih kepada atasan dan teman sekerjaku.
Tuhan, maafkan aku karena terlalu banyak meminta. Jadikanlah aku pribadi yang selalu bersyukur. Amin
Minggu, 11 September 2016
Cinta dan Ikhlas
Cinta adalah insting primitif semua mahluk di muka bumi ini. Rasa itu otomatis hadir saat mahluk muncul di muka bumi, sampai dia menutup mata terakhir. Cinta hadir didalam hati ada ataupun tiadanya akal/kepintaran si mahluk. Tetapi cara mengekspresikan cinta lah yang berbeda diantara mahluk tersebut. Ekspresi cinta harus dipelajari oleh si pemberi cinta. Demikian juga harus difahami oleh si penerima cinta. Ekspresi cinta membutuhkan akal sehat dan hati nurani.
Selalu ngga pernah kuat melihat acara penyembelihan hewan kurban. Entah karena masalah gender atau karena emang takut kekerasan fisik. Sulthan, anak laki-lakiku, yang belakangan ini jadi senang menonton film2 tentara penuh kesadisan seperti Fury, G30-S-PKI dll, selalu tidak mau ketinggalan setiap kali ada acara pemotongan ini di perumahan kami.
Semoga cinta dan ikhlas yang ditunjukkan si hewan kurban bisa menjadi pelajaran untuk kami, mahluk yang berderajat lebih tinggi daripada dia, untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada takdir yang telah disuratkan oleh Nya.
Setiap lebaran kurban, saya belajar untuk mengorbankan apa yang kita cintai. Meskipun kehidupan sulit, tetapi menyisihkan sebagian rejeki untuk membeli hewan kurban tahun depan adalah bentuk pengorbanan tak berarti kami. Pengorbanan yang kami harapkan menjadi wasilah untuk belajar mengekspresikan cinta kami kepada Nya. Belajar mengikhlaskan apa yang ada pada kami, padahal itu semua bukanlah milik kami.
Ikhlas adalah wujud sebuah keyakinan mutlak pada Sang Maha Mutlak. Ikhlas itu adalah "engkau sanggu berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk. Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai. Ikhlas tak pernah berhitung. Ikhlas adalah ikhlas. Titik. Nadirsyah Hosen.
![]() |
| Sulthan & Mimi di Desa Bangodua, Indramayu, Jawa Barat Idul Adha, 11 September 2016 |
Selalu ngga pernah kuat melihat acara penyembelihan hewan kurban. Entah karena masalah gender atau karena emang takut kekerasan fisik. Sulthan, anak laki-lakiku, yang belakangan ini jadi senang menonton film2 tentara penuh kesadisan seperti Fury, G30-S-PKI dll, selalu tidak mau ketinggalan setiap kali ada acara pemotongan ini di perumahan kami.
Semoga cinta dan ikhlas yang ditunjukkan si hewan kurban bisa menjadi pelajaran untuk kami, mahluk yang berderajat lebih tinggi daripada dia, untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada takdir yang telah disuratkan oleh Nya.
Setiap lebaran kurban, saya belajar untuk mengorbankan apa yang kita cintai. Meskipun kehidupan sulit, tetapi menyisihkan sebagian rejeki untuk membeli hewan kurban tahun depan adalah bentuk pengorbanan tak berarti kami. Pengorbanan yang kami harapkan menjadi wasilah untuk belajar mengekspresikan cinta kami kepada Nya. Belajar mengikhlaskan apa yang ada pada kami, padahal itu semua bukanlah milik kami.
Ikhlas adalah wujud sebuah keyakinan mutlak pada Sang Maha Mutlak. Ikhlas itu adalah "engkau sanggu berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk. Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai. Ikhlas tak pernah berhitung. Ikhlas adalah ikhlas. Titik. Nadirsyah Hosen.
Minggu, 04 September 2016
Maju dan Berkembanglah Karyawan-Karyawanku..!!!
Bismillahirrohmanirrohiim...
Semangat pagi ...!!!
Walapun kantor atau tempat kerja kita masih didalam rumah sederhanaku. Walaupun baju kerja yang kita pakai hanyalah baju rumahan yang dipakai ibu-ibu rumah tangga biasa jika berada di dalam rumah. Walaupun pekerjaan kita tidak terlihat besar, bahkan tetangga sebelah rumah saja sering tidak tahu bahwa kita memang benar-benar sedang bekerja. Walaupun pekerjaan kita terlihat santai, bahkan bisa disambi dengan menjaga anak, ke pasar, dan pikik sekaligus. Tetapi cita-citaku untuk usaha bersama ini dan untuk kemajuan kalian sangat besar.
Aku tidak mempunyai keinginan kalian selamanya akan bekerja kepadaku. Aku benar-benar menginginkan kalian maju bersama dengan usaha yang kurintis ini. Aku berharap kalian bisa belajar disini, mengambil ilmu sebanayak-banyaknya dan bisa menerapkannya untuk keidupan kalian sendiri kelak jika kalian sudah bisa mandiri. Aku sungguh beruntung dan bersukur saat ini bisa dibantu oleh kalian, bisa belajar juga dari kalian, dan jika diizinkan oleh Allah, bisa maju dan berkembang bersama kalian.
Memang lewat aku kalian bisa mendapatkan rezeki di dunia ini, tetapi dari kalian aku bisa mendapatkan lebih dari sekedar materi. Kita sama-sama mendapatkan pahala sebagai mahluk Tuhan yang masih bisa bermanfaat bagi mahluk lainnya. Dari kalian aku bisa mengajarkan anak-anakku tentang berbagai macam hal dengan hanya memperlihtkan kepada mereka kegiatan pekerjaan kita sehari-hari. Bahwa pekerjaan bisa diciptakan. Bahwa manusia harus bisa beradaptasi. Bahwa mahluk yang berbahagia adalah mahluk yang selalu dapat bekerjasama dengan orang disekitarnya. Dan hal-hal lainnya yang aku lupa menyebutkannya disini.
Mari karyawanku kita berkarya. Kita bekerja. Kita belajar. Setiap hari, setiap saat, sendiri atau bersama-sama. Dekat ataupun jauh. Ingatlah bahwa Tuhan sudah berkata bahwa orang yang berpengetahuan akan ditingkatkan derajatnya, dan sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain.
Amin.
Semangat pagi ...!!!
Walapun kantor atau tempat kerja kita masih didalam rumah sederhanaku. Walaupun baju kerja yang kita pakai hanyalah baju rumahan yang dipakai ibu-ibu rumah tangga biasa jika berada di dalam rumah. Walaupun pekerjaan kita tidak terlihat besar, bahkan tetangga sebelah rumah saja sering tidak tahu bahwa kita memang benar-benar sedang bekerja. Walaupun pekerjaan kita terlihat santai, bahkan bisa disambi dengan menjaga anak, ke pasar, dan pikik sekaligus. Tetapi cita-citaku untuk usaha bersama ini dan untuk kemajuan kalian sangat besar.
Aku tidak mempunyai keinginan kalian selamanya akan bekerja kepadaku. Aku benar-benar menginginkan kalian maju bersama dengan usaha yang kurintis ini. Aku berharap kalian bisa belajar disini, mengambil ilmu sebanayak-banyaknya dan bisa menerapkannya untuk keidupan kalian sendiri kelak jika kalian sudah bisa mandiri. Aku sungguh beruntung dan bersukur saat ini bisa dibantu oleh kalian, bisa belajar juga dari kalian, dan jika diizinkan oleh Allah, bisa maju dan berkembang bersama kalian.
Memang lewat aku kalian bisa mendapatkan rezeki di dunia ini, tetapi dari kalian aku bisa mendapatkan lebih dari sekedar materi. Kita sama-sama mendapatkan pahala sebagai mahluk Tuhan yang masih bisa bermanfaat bagi mahluk lainnya. Dari kalian aku bisa mengajarkan anak-anakku tentang berbagai macam hal dengan hanya memperlihtkan kepada mereka kegiatan pekerjaan kita sehari-hari. Bahwa pekerjaan bisa diciptakan. Bahwa manusia harus bisa beradaptasi. Bahwa mahluk yang berbahagia adalah mahluk yang selalu dapat bekerjasama dengan orang disekitarnya. Dan hal-hal lainnya yang aku lupa menyebutkannya disini.
Mari karyawanku kita berkarya. Kita bekerja. Kita belajar. Setiap hari, setiap saat, sendiri atau bersama-sama. Dekat ataupun jauh. Ingatlah bahwa Tuhan sudah berkata bahwa orang yang berpengetahuan akan ditingkatkan derajatnya, dan sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain.
Amin.
Kamis, 01 September 2016
Perjalanan Hidup Kami sebagai Teman Se-Gank
Kemarin pagi saya pergi ke pemakaman Penggilingan di Jl. Layur, Rawamangun, Jakarta Timur. Yang meninggal adalah anak tunggal salah satu teman se-gank saya di zaman SMU. Gedung SMU kami dulu letaknya persis di sebelah area pemakaman tersebut, tetapi setelah berpuluh-puluh tahun melewati areal tersebut, baru kali ini kami memasuki area tersebut, secara bersamaan pula :-D
Kami masuk SMUN 36 pada tahun ajaran 1992 di kelas 1-5. Satu angkatan sendiri terdiri dari 14 kelas, dengan 1 kelasnya terdiri dari sekitar 40 siswa. Banyak ya...? heee
Singkatnya kami menjadi akrab satu sama lain setelah beberapa hari bersama. Kebetulan juga ada teman-teman saya yang memang rumahnya berdekatan sehingga menambah keakraban kami waktu itu, kami kami sering berangkat dan pulang bersama-sama. Diantara semua teman saya, sepertinya saya yang termasuk golongan 'rakyat jelata', sehingga walhasil saya berhasil mengajak mereka sering-sering naik kendaraan umum yang waktu itu hanya ada pilihan metromini atau mikrolet. Biasanya golongan ningrat kalau ngga diantar ortu yaa minimal naik bajaj ke sekolah. Belum ada aplikasi Go-Jek atau Uber pada waktu itu :-P. Kadangkala salah satu teman saya terpaksa mengajak saya patungan naik bajaj dengan prosentase 9:1 untuk biayanya, karena hitungan yang 1 itu adalah biaya jika saya naik metromini hihihihihi...
Kami lulus dari SMU tahun 1995, artinya di tahun 2016 ini kejadian tersebut sudah terjadi 21 tahun yang lalu... Masya Allah, demi waktu...
Akhirnya kemarin saya bisa janjian dengan teman saya yang kebetulan bersuku Batak dan beragama Kristen. Dari saat pemakaman dimulai sampai acara selesai kami banyak mengobrol. Tentang masa lalu 21 tahun yang lalu dan masa kini. Dia mengatakan bahwa untuk masalah kematian dia salut kepada muslim, karena terlihat begitu tabah dan tidak ada kejadian 'histeria' seperti di budaya Batak. Selain itu kami membicarakan juga tentang masalah keluarga dan anak.
Ternyata setelah dirunut, kami berdua adalah termasuk dua orang yang beruntung dan harus bersyukur dibandingkan teman kami lainnya. Bukan bermaksud menghina atau merendahkan, tetapi lebih kepada kita sebagai manusia memang harus selalu bersyukur.
Teman kami yang anaknya dikubur adalah termasuk keluarga yang agak susah memiliki anak, sehingga saat ini ketika anaknya meninggal otomatis mereka akan sangat merasakan kekosongan yang amat sangat karena tidak ada lagi kesibukan rutin mengurus anak. Untuk ini pun kami sangat merasakan duka yang teramat dalam dan berdoa agar mereka selalu tabah dan segera diberikan pengganti anak lagi.
Teman kami yang lain, sepertinya kisah rumah tangganya kurang berjalan mulus dengan suaminya dan tidak mempunya anak, sehingga dia kembali tinggal di rumah orang tuanya. Walaupun kehidupan keuangan dan karirnya sangat bagus, kami yakin pastilah hidupnya belum terasa kumplit.
Teman kami yang satunya lagi bahkan punya pacar saja tidak *_* jadi masih tinggal sama orang tua juga. Padahal dia masih masuk dalam kategori golongan wanita manis dan cantik. Ayo ayo, siapa yang mau jadi suami teman saya yang satu ini, dijamin orangnya lucu dan bisa bikin tertawa kokkk heee
Teman kami yang satu lagi, hidupnya bergelimang harta dan memiliki yayasan sekolah, tetapi juga belum dikaruniai anak, sehingga harus mengadopsi anak orang lain.
Teman kami yang lain, kehidupan keluarganya sama seperti kami. Punya anak 2 orang lengkap dengan bapaknya. Tetapi belum seberuntung kami yang bisa dengan mudah pergi kemana-mana sendiri di siang hari tanpa ribet & ribut :-D. Yang satu harus bekerja di kantor karena sepertinya dia adalah tulang punggung keluarga, sementara perusahaan tempat dia bekerja juga termasuk instansi tidak mengizinkan karyawannya keluar kantor dengan alasan ngga penting. Yang satunya tidak bisa meninggalkan tugasnya juga sebagai 'ojek' anaknya.
Wallahu Alam. Sekali lagi, saya menuliskan kisah ini semata-mata hanya sebagai pengingat saya bahwa saya harus banyak bersyukur. Walaupun saya tidak hidup berlebihan, tetapi saya juga tidak hidup kekurangan. Saya masih bisa bermanfaat untuk orang lain (bisa menjadi wasilah rejeki asisten2 saya dirumah), dan saya juga masih bisa menulis ini a.k.a saya mempunyai sedikit ilmu kekinian. Saya mempunyai anak dan suami yang sehat lahir batin, dan itulah harta duniawi saya yang terbesar.
Semuanya itu: teman-teman se-gank, kisah pertemanan yang masih bisa kami ingat, keluarga, asisten, dan lain-lain sejalan dengan pemahaman saya bahwa betapa kuasanya Sang Pencipta. Dan betapa semua kejadian sudah diatur oleh Dia, untuk selalu mengingatkan kembali tentang kuasanya Dia.
Seperti yang selalu saya camkan dalam hati, bahwa di jaman sekarang sudah tidak ada lagi mukjizat seperti sering diceritakan dari kisah Nabi ataupun dongeng anak2, tetapi mukjizat selalu terjadi setiap hari di kehidupan kita jika kita bisa mencari dan memahaminya.
Amin yaa robbil alamin.
Kami masuk SMUN 36 pada tahun ajaran 1992 di kelas 1-5. Satu angkatan sendiri terdiri dari 14 kelas, dengan 1 kelasnya terdiri dari sekitar 40 siswa. Banyak ya...? heee
Singkatnya kami menjadi akrab satu sama lain setelah beberapa hari bersama. Kebetulan juga ada teman-teman saya yang memang rumahnya berdekatan sehingga menambah keakraban kami waktu itu, kami kami sering berangkat dan pulang bersama-sama. Diantara semua teman saya, sepertinya saya yang termasuk golongan 'rakyat jelata', sehingga walhasil saya berhasil mengajak mereka sering-sering naik kendaraan umum yang waktu itu hanya ada pilihan metromini atau mikrolet. Biasanya golongan ningrat kalau ngga diantar ortu yaa minimal naik bajaj ke sekolah. Belum ada aplikasi Go-Jek atau Uber pada waktu itu :-P. Kadangkala salah satu teman saya terpaksa mengajak saya patungan naik bajaj dengan prosentase 9:1 untuk biayanya, karena hitungan yang 1 itu adalah biaya jika saya naik metromini hihihihihi...
Kami lulus dari SMU tahun 1995, artinya di tahun 2016 ini kejadian tersebut sudah terjadi 21 tahun yang lalu... Masya Allah, demi waktu...
Akhirnya kemarin saya bisa janjian dengan teman saya yang kebetulan bersuku Batak dan beragama Kristen. Dari saat pemakaman dimulai sampai acara selesai kami banyak mengobrol. Tentang masa lalu 21 tahun yang lalu dan masa kini. Dia mengatakan bahwa untuk masalah kematian dia salut kepada muslim, karena terlihat begitu tabah dan tidak ada kejadian 'histeria' seperti di budaya Batak. Selain itu kami membicarakan juga tentang masalah keluarga dan anak.
Ternyata setelah dirunut, kami berdua adalah termasuk dua orang yang beruntung dan harus bersyukur dibandingkan teman kami lainnya. Bukan bermaksud menghina atau merendahkan, tetapi lebih kepada kita sebagai manusia memang harus selalu bersyukur.
Teman kami yang anaknya dikubur adalah termasuk keluarga yang agak susah memiliki anak, sehingga saat ini ketika anaknya meninggal otomatis mereka akan sangat merasakan kekosongan yang amat sangat karena tidak ada lagi kesibukan rutin mengurus anak. Untuk ini pun kami sangat merasakan duka yang teramat dalam dan berdoa agar mereka selalu tabah dan segera diberikan pengganti anak lagi.
Teman kami yang lain, sepertinya kisah rumah tangganya kurang berjalan mulus dengan suaminya dan tidak mempunya anak, sehingga dia kembali tinggal di rumah orang tuanya. Walaupun kehidupan keuangan dan karirnya sangat bagus, kami yakin pastilah hidupnya belum terasa kumplit.
Teman kami yang satunya lagi bahkan punya pacar saja tidak *_* jadi masih tinggal sama orang tua juga. Padahal dia masih masuk dalam kategori golongan wanita manis dan cantik. Ayo ayo, siapa yang mau jadi suami teman saya yang satu ini, dijamin orangnya lucu dan bisa bikin tertawa kokkk heee
Teman kami yang satu lagi, hidupnya bergelimang harta dan memiliki yayasan sekolah, tetapi juga belum dikaruniai anak, sehingga harus mengadopsi anak orang lain.
Teman kami yang lain, kehidupan keluarganya sama seperti kami. Punya anak 2 orang lengkap dengan bapaknya. Tetapi belum seberuntung kami yang bisa dengan mudah pergi kemana-mana sendiri di siang hari tanpa ribet & ribut :-D. Yang satu harus bekerja di kantor karena sepertinya dia adalah tulang punggung keluarga, sementara perusahaan tempat dia bekerja juga termasuk instansi tidak mengizinkan karyawannya keluar kantor dengan alasan ngga penting. Yang satunya tidak bisa meninggalkan tugasnya juga sebagai 'ojek' anaknya.
Wallahu Alam. Sekali lagi, saya menuliskan kisah ini semata-mata hanya sebagai pengingat saya bahwa saya harus banyak bersyukur. Walaupun saya tidak hidup berlebihan, tetapi saya juga tidak hidup kekurangan. Saya masih bisa bermanfaat untuk orang lain (bisa menjadi wasilah rejeki asisten2 saya dirumah), dan saya juga masih bisa menulis ini a.k.a saya mempunyai sedikit ilmu kekinian. Saya mempunyai anak dan suami yang sehat lahir batin, dan itulah harta duniawi saya yang terbesar.
Semuanya itu: teman-teman se-gank, kisah pertemanan yang masih bisa kami ingat, keluarga, asisten, dan lain-lain sejalan dengan pemahaman saya bahwa betapa kuasanya Sang Pencipta. Dan betapa semua kejadian sudah diatur oleh Dia, untuk selalu mengingatkan kembali tentang kuasanya Dia.
Seperti yang selalu saya camkan dalam hati, bahwa di jaman sekarang sudah tidak ada lagi mukjizat seperti sering diceritakan dari kisah Nabi ataupun dongeng anak2, tetapi mukjizat selalu terjadi setiap hari di kehidupan kita jika kita bisa mencari dan memahaminya.
Amin yaa robbil alamin.
Senin, 29 Agustus 2016
Tausiah Jumat Beryukurlah selalu dengan Rizki yang Kita Miliki
Acara Jumat ini diisi oleh pengajian akhir bulanan BKMT-Mega Mendung dengan koordinator Ibu H. Yanti. Seperti biasa setiap bulan jadwal rutin mereka adalah melaksanakan kegiatan islami di Masjid Agung Harakatul Jannah, Gadog, yang merupakan salah satu masjid yang berada didalam area Kecamatan Mega Mendung.
Acara dipandu oleh MC dari BKMT, diisi dengan sholawatan selama 1 jam, dan diteruskan oleh tausiah selama 1 jam berikutnya.
Pembicara tausiah: Bp. H. M. Agus Mulyana. Berikut sedikit rangkuman dari dakwah beliau hari itu.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang berguna untuk manusia lainnya. Sedangkan sebaik-baik amal adalah perbuatan yang memberikan kebahagiaan untuk orang/kerabat terdekat. Minimal mendengarkan curhatan orang tersebut. Hal itu sudah akan melegakannya walaupun kita tidak memberikan nasihat/penyelesaian terhadap masalahnya.
Rizki adalah apa yang kita miliki, apa yang kita nikmati, apa yang kita rasakan dengan panca indra kita, dan lain-lan. Misalnya baju, makanan, kesehatan, anak, suami dan lain-lain.
Rizki juga merupakan sesuatu yang haruslah secara halal kita dapatkan untuk mendapatkannya.
4 tingkatan rizki:
Acara dipandu oleh MC dari BKMT, diisi dengan sholawatan selama 1 jam, dan diteruskan oleh tausiah selama 1 jam berikutnya.
Pembicara tausiah: Bp. H. M. Agus Mulyana. Berikut sedikit rangkuman dari dakwah beliau hari itu.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang berguna untuk manusia lainnya. Sedangkan sebaik-baik amal adalah perbuatan yang memberikan kebahagiaan untuk orang/kerabat terdekat. Minimal mendengarkan curhatan orang tersebut. Hal itu sudah akan melegakannya walaupun kita tidak memberikan nasihat/penyelesaian terhadap masalahnya.
Rizki adalah apa yang kita miliki, apa yang kita nikmati, apa yang kita rasakan dengan panca indra kita, dan lain-lan. Misalnya baju, makanan, kesehatan, anak, suami dan lain-lain.
Rizki juga merupakan sesuatu yang haruslah secara halal kita dapatkan untuk mendapatkannya.
4 tingkatan rizki:
- Harus yakin janji Allah tentang rizki, ketika kita ragu terhadap janji tersebut, maka ALlah akan mempersulit/menyempitkan rizki yang halal tersebut
- Manusia mendapatkan rizki sesuai dengan usahanya
- La insa kartum. Bersukurlah selalu dengan rizki yang ada di kita. Kita harus merasa cukup. Qonaah
- Tingkatan yang paling tinggi: Bertaqwa. Maka Allah akan selalu berikan rizki dari mana-mana dengan jalan yang tidak diduga-duga. Semakin taqwa akan semakin banyak rizki yang kita dapatkan.
Harta kita upayakan setiap saat dibersihkan dengan zakat/infaq/sodaqoh. Misal kita mendapatkan uang dari hasil jual rumah. Gaji seorang ibu yang bekerja dikantor.
Biasakanlah bersedekah.
Senin, 22 Agustus 2016
Maunya
Maunya tiap malm punya waktu untuk menuliskan kesan hari ini, mencari kesalahan hari ini untuk selanjutnya diperbaiki. Maunya setiap malam menuliskan kembali kalimat Ilahi yang ditemui setiap pagi sampai sorenya, agar dapat selalu membacanya di kemudian hari dan menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Tetapi apa daya, manajemen waktu belum sempurna. Sehingga kadang sempat dan kebanyakan tidak sempat.
Banyak perjalanan yang sudah saya lalui, sampai saat ini masih hanya tertulis di halaman facebook. Atau berupa foto-foto perjalanan yang beberapa sebenarnya sudah saya unggah di google+, tetapi belum diberi kata-kata. Berharap suatu saat semua sudah bisa terangkum disini.
Sampai saat ini masih merasakan, bahkan ditempat suci seperti Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Masjid Agung pun, tetap masih ada intrik dan politik, yang untuk sebagian orang akan berasa seperti kotoran yang tidak pantas ada di tempat sesuci itu.
Banyak perjalanan yang sudah saya lalui, sampai saat ini masih hanya tertulis di halaman facebook. Atau berupa foto-foto perjalanan yang beberapa sebenarnya sudah saya unggah di google+, tetapi belum diberi kata-kata. Berharap suatu saat semua sudah bisa terangkum disini.
Sampai saat ini masih merasakan, bahkan ditempat suci seperti Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Masjid Agung pun, tetap masih ada intrik dan politik, yang untuk sebagian orang akan berasa seperti kotoran yang tidak pantas ada di tempat sesuci itu.
Rabu, 17 Agustus 2016
Tuhan Kita Sama
Ali-Imran : 3-4
Dia menurunkan Kitab kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, Taurat & Injil.
Sebelumnya, sebagai petunjuk kepada manusia. Dan Dia menurunkan Al-Furqon. Sungguh orang yang ingkar terhadap ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman.
Ali-Imran 18
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegkkan keadilan (berkata), tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana
Ali-Imran 20
...tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan...
Dia menurunkan Kitab kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, Taurat & Injil.
Sebelumnya, sebagai petunjuk kepada manusia. Dan Dia menurunkan Al-Furqon. Sungguh orang yang ingkar terhadap ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman.
Ali-Imran 18
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegkkan keadilan (berkata), tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana
Ali-Imran 20
...tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan...
Senin, 15 Agustus 2016
Perdebatan
Hari ini capek nian. Bangun jam 4 pagi, jam 9 malam begini masih harus didepan komputer. Tapi ngga enak kalau belum laporan.
Pernah membaca bahwa Keletihan menjalani hidup di dunia ini bisa menghapuskan dosa. Sepertinya benar. Bukan hanya menghapus dosa, tapi juga mencegah dosa. Buktinya hari ini jadi ngga sempat baca facebook dan twitter, untuk sekedar membaca fitnahan dan sanggahan pemerintah vs haters, kritikus politik vs lovers dlsb.
Kadang mbaca yang seperti itu bikin pengen ikutan tertawa, ikutan memaki atau bahkan ikutan berantem. Padahal sudah jelas kata Allah, bahwa Dia akan membuatkan sebuah rumah di surga untuk siapapun yang mau meninggalkan perdebatan.
Kerja, kerja, kerja. Siapapun pemerintah resmi yang terpilih, mari kita dukung!!!
Dan keheningan adalah jalan mendekatkan kepada-Nya. Di Islam ada zikir. Di Kristen ada retreat. DI Budha dan Hindu ada meditasi. Dan lain-lain.
Pernah membaca bahwa Keletihan menjalani hidup di dunia ini bisa menghapuskan dosa. Sepertinya benar. Bukan hanya menghapus dosa, tapi juga mencegah dosa. Buktinya hari ini jadi ngga sempat baca facebook dan twitter, untuk sekedar membaca fitnahan dan sanggahan pemerintah vs haters, kritikus politik vs lovers dlsb.
Kadang mbaca yang seperti itu bikin pengen ikutan tertawa, ikutan memaki atau bahkan ikutan berantem. Padahal sudah jelas kata Allah, bahwa Dia akan membuatkan sebuah rumah di surga untuk siapapun yang mau meninggalkan perdebatan.
Kerja, kerja, kerja. Siapapun pemerintah resmi yang terpilih, mari kita dukung!!!
Dan keheningan adalah jalan mendekatkan kepada-Nya. Di Islam ada zikir. Di Kristen ada retreat. DI Budha dan Hindu ada meditasi. Dan lain-lain.
Sabtu, 13 Agustus 2016
Renungan
Perenungan untuk saya penting sekali. Setiap kali mau tidur atau membuka mata ketika terjaga, saya butuh merenung. Merenungkan betapa sedikit waktu serta betapa banyak yang belum dapat saya lakukan. Merenungkan betapa banyak kesalahan yang telah saya perbuat dan betapa sedikit manfaat yang bisa saya berikan untuk kehidupan ini. Merenungkan kenapa saya tidak bisa menahan diri untuk emosi didalam perdebatan sehingga kemungkinan besar dapat memutus tali silaturahmi, serta menyesalkan kenapa saya menahan diri untuk memberi derma kepada orang yang kelihatannya sangat membutuhkan sedekah dari saya.
Maafkanlah aku teman. Maafkanlah aku wahai para manusia yang pernah bersinggungan dengan aku. Maafkan aku Tuhan sehingga belum banyak ciptaanMu yang kubahagiakan. Maafkan aku yang belum tuntas menjalankan tugas dari Mu.
(belum kelar)
Maafkanlah aku teman. Maafkanlah aku wahai para manusia yang pernah bersinggungan dengan aku. Maafkan aku Tuhan sehingga belum banyak ciptaanMu yang kubahagiakan. Maafkan aku yang belum tuntas menjalankan tugas dari Mu.
(belum kelar)
Jumat, 12 Agustus 2016
Membahagiakan Orang Lain
Sekarang saya yakin hikmah kehidupan ini hanyalah:
1. Menyembah kepada sang Pencipta
2. Membahagiakan ciptaan-Nya
Saya ngga ngerti bahasa arab, tapi mungkin kurang lebih seperti 'habluminallah & habluminannas? Istilah yang sering saya dengar waktu kecil
Keduanya saling berkaitan. Tidak mungkin bisa terlepas. Seorang pencipta tidak mungkin samasekali benci sama sekali kepada ciptaan-Nya. Coba analogikan dengan seorang ibu dan ayah yang tidak mungkin benci samasekali kepada anak-anaknya, walaupun sering sekali menyakiti hati mereka. Apalagi Tuhan yang Maha Mencinta kan?
Jika kita hidup hanya untuk menyembah-Nya, maka otomatis kita akan hidup untuk membahagiakan manusia ciptaan-Nya. Begitu pun sebaliknya. Jika kita telah berhati penuh cinta kepada sesama manusia, maka berarti kita sudah sangat percaya kepada Nya, kepada kehidupan yang Dia berikan kepada kita, dan karena Nya kita akan hidup hanya untuk Nya.
Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat. (Al-Baqoroh: 269)
Bahagiakanlah orang tua kita. Bahagiakanlah anak kita. Bahagiakanlah istri/suami kita. Bahagiakanlah tetangga terdekat kita. Bahagiakanlah pekerja kita. Bahagiakanlah atasan kita. Bahagiakanlah teman-teman kita. Bahagiakanlah customer kita. Bahagiakanlah orang-orang yang bertemu dengan kita dimanapun kita berada.
Membahagiakan orang lain berarti memberi yang dia mau, tetapi tanpa menyakiti diri kita sendiri & menyakiti pihak lain. Bisa dengan memberi materi (sedekah/hadiah), bisa juga hanya menanyakan keadannya, menanyakan kabar anaknya, menanyakan kondisi penyakitnya. Membahagiakan juga bisa berupa berkunjung ke orang yang senang/butuh dikunjungi. Membahagiakan bahkan bisa juga 'hanya' berupa 'meninggalkan perdebatan' dengan teman. Poin terakhir ini yang sampai saat ini pun saya masih harus banyak berlatih. Hiks.
Tetapi jangan kuatir Anda yang selama ini telah banyak mengecewakan dan membuat sedih orang lain. Mulailah dari sekarang. Saya saja baru sadar setelah hampir berusia 40 tahun. Beruntunglah jika Anda bisa sadar sebelum usia seperti saya. Dan jika usia Anda sudah lebih dari saya, beruntunglah karena Anda masih bisa membaca.
1. Menyembah kepada sang Pencipta
2. Membahagiakan ciptaan-Nya
Saya ngga ngerti bahasa arab, tapi mungkin kurang lebih seperti 'habluminallah & habluminannas? Istilah yang sering saya dengar waktu kecil
Keduanya saling berkaitan. Tidak mungkin bisa terlepas. Seorang pencipta tidak mungkin samasekali benci sama sekali kepada ciptaan-Nya. Coba analogikan dengan seorang ibu dan ayah yang tidak mungkin benci samasekali kepada anak-anaknya, walaupun sering sekali menyakiti hati mereka. Apalagi Tuhan yang Maha Mencinta kan?
Jika kita hidup hanya untuk menyembah-Nya, maka otomatis kita akan hidup untuk membahagiakan manusia ciptaan-Nya. Begitu pun sebaliknya. Jika kita telah berhati penuh cinta kepada sesama manusia, maka berarti kita sudah sangat percaya kepada Nya, kepada kehidupan yang Dia berikan kepada kita, dan karena Nya kita akan hidup hanya untuk Nya.
Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat. (Al-Baqoroh: 269)
![]() |
| Lomba Agustusan - bahagianya anak2 |
![]() |
| Bakar sate bersama - bahagianya yang tinggal makan hee |
![]() |
| Tur sekomplek - bahagianya ibu2 |
![]() |
| Sampe juga ke Ancol - orang gunung pergi ke pantai |
Bahagiakanlah orang tua kita. Bahagiakanlah anak kita. Bahagiakanlah istri/suami kita. Bahagiakanlah tetangga terdekat kita. Bahagiakanlah pekerja kita. Bahagiakanlah atasan kita. Bahagiakanlah teman-teman kita. Bahagiakanlah customer kita. Bahagiakanlah orang-orang yang bertemu dengan kita dimanapun kita berada.
Membahagiakan orang lain berarti memberi yang dia mau, tetapi tanpa menyakiti diri kita sendiri & menyakiti pihak lain. Bisa dengan memberi materi (sedekah/hadiah), bisa juga hanya menanyakan keadannya, menanyakan kabar anaknya, menanyakan kondisi penyakitnya. Membahagiakan juga bisa berupa berkunjung ke orang yang senang/butuh dikunjungi. Membahagiakan bahkan bisa juga 'hanya' berupa 'meninggalkan perdebatan' dengan teman. Poin terakhir ini yang sampai saat ini pun saya masih harus banyak berlatih. Hiks.
Tetapi jangan kuatir Anda yang selama ini telah banyak mengecewakan dan membuat sedih orang lain. Mulailah dari sekarang. Saya saja baru sadar setelah hampir berusia 40 tahun. Beruntunglah jika Anda bisa sadar sebelum usia seperti saya. Dan jika usia Anda sudah lebih dari saya, beruntunglah karena Anda masih bisa membaca.
Rabu, 10 Agustus 2016
Jadi Ingat Jokowi VS Haters
QS 2 : 247
Dan nabi mereka berkata kepada mereka " Sesunggunya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu".
Mereka menjawab "Bagaimana Taalut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?"
Nabi menjawab "Allah telah memilih dia (menjadi raja kamu) dan memberinya kelebihan ilmu dan fisik"
Allah memberikan kerjaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas, Allah Maha Mengetahui.
Dan nabi mereka berkata kepada mereka " Sesunggunya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu".
Mereka menjawab "Bagaimana Taalut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?"
Nabi menjawab "Allah telah memilih dia (menjadi raja kamu) dan memberinya kelebihan ilmu dan fisik"
Allah memberikan kerjaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas, Allah Maha Mengetahui.
Tentang Sedekah dalam Al Baqoroh
Apakah itu Sedekah?
Al-Baqoroh 219
Al-Baqoroh 265
Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartaya untuk mencari ridho Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
Al-Baqoroh 267-268
267. Wahai orang-orang yang beriman, Infakkanlah sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya & Maha Terpuji.
268. Setan menjanjikan (menakut-nakutimu) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.
Al Baqoroh : 271-272
271. Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuss sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.
272. Bukanlah kewajibanmu (Muhammad)menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apapun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari wajah Allah. Dan apapun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
Al-Baqoroh 274
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Al-Baqoroh 219
...Dan mereka menanyakan kepadamu apakah yang harus mereka infakkan. Katakanlah : (adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan)...
Al-Baqoroh 215
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah: harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang iskin
Siapa yang meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menagan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.Al-Baqoroh 265
Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartaya untuk mencari ridho Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
Al-Baqoroh 267-268
267. Wahai orang-orang yang beriman, Infakkanlah sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya & Maha Terpuji.
268. Setan menjanjikan (menakut-nakutimu) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.
Al Baqoroh : 271-272
271. Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuss sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.
272. Bukanlah kewajibanmu (Muhammad)menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apapun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari wajah Allah. Dan apapun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
Al-Baqoroh 274
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Puzzle
Fikiran adalah sebuah puzzle besar yang harus selalu di susun agar terlihat fokus dan ketahuan kemana arahnya.
Siapakah yang bertugas menyusunnya? Mereka yang disebut hati dan akal.
Jika salah satu dari keduanya memilih melenceng, maka hilanglah nilai kemanusiaan didalam fikiran seseorang.
Kalau bingung dengan kalimat saya, pegangan ya...
Kalau masih bingung juga, lihatlah langit diatas kepala Anda, mungkin disana ada jawabannya.
Siapakah yang bertugas menyusunnya? Mereka yang disebut hati dan akal.
Jika salah satu dari keduanya memilih melenceng, maka hilanglah nilai kemanusiaan didalam fikiran seseorang.
Kalau bingung dengan kalimat saya, pegangan ya...
Kalau masih bingung juga, lihatlah langit diatas kepala Anda, mungkin disana ada jawabannya.
Selasa, 09 Agustus 2016
Life begins at 40
Orang bijak sering berkata "Life begins at 40", yang artinya kehidupan dimulai di usia 40 tahun.
Akhir tahun 2016 ini usia saya akan genap berusia 40 tahun. Sehingga jika didasarkan pada kata bijak tadi, saya akan segera memulai kehidupan saya.
Saya seorang ibu dengan 1 suami dan 2 anak. Anak pertama saya bernama Rainy dan yang kedua Sulthan. Saat ini usia mereka baru 9 dan 7 tahun. Kami tinggal di Kabupaten Bogor, tepatnya di Ciawi. Dimana menurut saya daerah tersebut adalah daerah ideal sebagai tempat tinggal. Hawa yang sejuk seperti di pedesaan karena berada di kaki gunung Pangrango, tetapi tidak terlalu jauh dari Kota Bogor dan Ibukota Jakarta.
Saya bisa bilang, bahwa saat ini saya resmi mempunyai kesibukan sebagai pedagang online. Toko saya ada 2 nama yaitu www.rainycollections.com yang merupakan toko online baju renang, handuk kimono dan perlengkapan hujan, dan satunya www.happyhealthyshop.com yang fokusnya adalah menjual furniture rumah sakit.
Hobi saya membaca, jalan-jalan dan musik. Ternyata beberapa teman kecil saya mengatakan kalau saya juga dulu sering menulis, sehingga memadukan berbagai sifat dan hobi saya, melalui blog ini saya mencoba belajar lagi untuk menulis. Menulis di kehidupan yang baru. Menulis untuk kehidupan yang baru, kehidupan di era usia 40 tahun.
Salam happy & healthy :-)
(sumpah ini bukan foto muka saya)
Akhir tahun 2016 ini usia saya akan genap berusia 40 tahun. Sehingga jika didasarkan pada kata bijak tadi, saya akan segera memulai kehidupan saya.
Saya seorang ibu dengan 1 suami dan 2 anak. Anak pertama saya bernama Rainy dan yang kedua Sulthan. Saat ini usia mereka baru 9 dan 7 tahun. Kami tinggal di Kabupaten Bogor, tepatnya di Ciawi. Dimana menurut saya daerah tersebut adalah daerah ideal sebagai tempat tinggal. Hawa yang sejuk seperti di pedesaan karena berada di kaki gunung Pangrango, tetapi tidak terlalu jauh dari Kota Bogor dan Ibukota Jakarta.
Saya bisa bilang, bahwa saat ini saya resmi mempunyai kesibukan sebagai pedagang online. Toko saya ada 2 nama yaitu www.rainycollections.com yang merupakan toko online baju renang, handuk kimono dan perlengkapan hujan, dan satunya www.happyhealthyshop.com yang fokusnya adalah menjual furniture rumah sakit.
Hobi saya membaca, jalan-jalan dan musik. Ternyata beberapa teman kecil saya mengatakan kalau saya juga dulu sering menulis, sehingga memadukan berbagai sifat dan hobi saya, melalui blog ini saya mencoba belajar lagi untuk menulis. Menulis di kehidupan yang baru. Menulis untuk kehidupan yang baru, kehidupan di era usia 40 tahun.
Salam happy & healthy :-)
(sumpah ini bukan foto muka saya)
Senin, 08 Agustus 2016
Belajar
Masih belum pinter banget untuk mendisain blog ini. Butuh aqua.
Belajar, belajar dan belajar terus.
Belajar memperbaiki diri. Untuk tidak gampang marah. Untuk tidak gampang emosi jika mendapati hal-hal yang tidak sesuai dengan kemauan kita.
Belajar positif thingking terhadap hal apapun.
Belajar meningkatkan pendapatan, baik pendapatan materi maupun pendapatan non materi. Misalnya, pertemanan, keberuntungan, kesuksesan, kemampuan berbicara dan lain-lain.
Belajar terus mengembangkan skill yang sudah kita miliki sehingga makin bermanfaat untuk orang banyak.
Ya Allah semoga aku termasuk hamba-Mu yang kau berikan kemampuan dan kesabaran untuk terus belajar. Amin...
Belajar, belajar dan belajar terus.
Belajar memperbaiki diri. Untuk tidak gampang marah. Untuk tidak gampang emosi jika mendapati hal-hal yang tidak sesuai dengan kemauan kita.
Belajar positif thingking terhadap hal apapun.
Belajar meningkatkan pendapatan, baik pendapatan materi maupun pendapatan non materi. Misalnya, pertemanan, keberuntungan, kesuksesan, kemampuan berbicara dan lain-lain.
Belajar terus mengembangkan skill yang sudah kita miliki sehingga makin bermanfaat untuk orang banyak.
Ya Allah semoga aku termasuk hamba-Mu yang kau berikan kemampuan dan kesabaran untuk terus belajar. Amin...
Kamis, 09 Juni 2016
Main ideal di Bulan Puasa
Langganan:
Postingan (Atom)






















