Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

Pistol Kertasku

Sini kamu...!!
Mau kutembak kamu... jangan bergerak!!!

Karena kamu nakal. Karena kamu sering ngga nurut kata mami.
Jadi kubuat pistol dreded dari kertas khusus untukmu.
Supaya kamu ingat, betapa kasih semua ibu kepada anak-anaknya
Walaupun berbeda-beda perwujudannya
Tetapi semua tetaplah dari hati yang tulus

Seperti aku
Hanya bisa mengasihimu dengan mengabadikan setiap kegiatanmu
Didalam gambar diam ataupun bergerak
Agar kau tahu betapa sayang selalu aku padamu

Mungkin nanti tidak banyak yang bisa kutitipkan padamu
Ilmu ataupun harta
Tapi aku hanya bisa menitipkan rasa sayang saja
Akan kusebarkan rasa itu
Seperti halnya pistol dreded kertas ini
Menyemburkan peluru nya kesegala penjuru

Untuk menunjukkan bahwa kasihku kepadamu tidaklah halus tetapi selalu menyebar disekitarmu




Rabu, 14 September 2016

Rindu

Ada rasa rindu, entah untuk siapa.
Sering hadir saat keramaian
Lebih sering lagi di saat kesepian
Kadang bisa tertanggulangi di tengah kesibukan

Aku percaya
Di dalam kebaikan pasti ada cinta
Tetapi di dalam cinta bisa jadi ada kejahatan
Memelihara cinta bisa jadi memelihara kejahatan
Aku tidak mau seperti itu
Tetapi rindu ini tidak mau pergi juga

Di usiaku yang hampir 40 tahun ini
Aku sudah bosan mendengar kata cinta
Tapi kenapa aku masih bisa mengenal rindu?

10 tahun pertama aku kenal cinta orang tua kepada anak
10 tahun kedua kukenal cinta sahabat dan kerabat
10 tahun ketiga ku merasa cinta nafsu bergelora
10 tahun keempat ini kusadari aku punya cinta luar biasa
Terhadap seluruh insan, baik yang ada disekitarku maupun yang tak pernah kukenal
Paling besar cinta terhadap insan yang keluar dari tubuhku sendiri
Cinta kepada bumi dan isi ciptaan-Nya
Cinta kepada nama-nama yang hanya kubaca dalam dongeng
Cinta tak terbalas untuk orang tua yang telah tiada

Tetapi hanya rindu yang belum juga kumengerti
Rindu yang membuat hampa
Padahal rindu ini memenuhi dada

-mommy-
Ciawi, saat hujan rintik dari sore

Senin, 12 September 2016

Menulis dalam Diam

Akulah sang penulis diam
Tanpa pena tanpa kertas
Tanpa pembaca

Menulis apa yang mau kuteriakkan 
Tetapi tidak mau diketahui orang
Menulis apa yang hendak kusampaikan
Tetapi aku tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa

Akulah manusia tanpa soulmate
Karenanya aku membutuhkanmu,
Wahai pulsa, listrik dan gadget
hekhekhek